
Sejarah Perusahaan
Pertama kali berdiri di Indonesia
Kasoem Hearing Center didirikan oleh M.Hatta Kasoem, putra dari founder optik pertama di Indonesia Atjoem Kasoem (A. Kasoem). Untuk mendirikan perusahaan, ia melakukan joint venture bersama Perusahaan Hearing Aid asal Jerman, Siemens. Dari kerja sama tersebut, terbentuk brand bernama SIKA (Siemens Kasoem) dan toko alat bantu dengar pertama dibuka di Jalan Cikini Raya No. 18

Membentuk brand sendiri
Setahun kemudian, Kasoem Hearing Center melepaskan diri dari Siemens. Setelah itu, memutuskan membentuk brand sendiri. Kasoem Hearing Center kemudian bekerja sama dengan Oticon, salah satu produsen alat bantu dengar terbesar di dunia yang berbasis di Copenhagen, Denmark.
Layanan audiologi
Kasoem Hearing Center tidak hanya menjual alat bantu dengar, tetapi juga mulai fokus mengembangkan layanan audiologi.
Untuk mendukung pengembangan ini, Kasoem bekerja sama dengan salah satu dokter audiologi terbaik di Indonesia, Dr. dr. Siti Faisa Abiratno, SpTHT-KL (K), M.Sc Aud-Vestib Med.
Pada tahun yang sama, Kasoem Hearing Center juga menjalin kerja sama dengan Interacoustics, produsen alat diagnostik pendengaran dan keseimbangan yang berbasis di Middelfart, Denmark.

Kerja sama dengan Cochlear Limited
Kasoem Hearing Center terus memperluas portofolio solusi teknologi pendengaran untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan berbagai tingkat gangguan pendengaran.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kasoem menjalin kerja sama dengan Cochlear Limited, salah satu penyedia cochlear implant (implan koklea) terbesar di dunia yang berbasis di Australia.

Auditory-Verbal Therapy (AVT)
Kasoem Hearing Center memahami betapa pentingnya optimasi teknologi pendengaran bagi tumbuh kembang anak, kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan Auditory-Verbal Therapy (AVT).
Komitmen ini kami wujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif AVT secara berkelanjutan, yang didukung oleh Cochlear Ltd.

Kasoem Hearing & Speech Center
Kemudian, memutuskan untuk mengubah nama dari A. Kasoem Cikini Hearing Center menjadi Kasoem Hearing & Speech Center.

Cochlear Awareness Network
Kasoem Hearing Center bersama Cochlear mendirikan Cochlear Awareness Network (CAN). Pembentukan dibuat untuk menjaga hubungan sosial antar pemakai alat bantu dengar Cochlear terjalin dengan baik.

Cochlear Training Experience Center (CTEC)
Kasoem Hearing Center mendirikan Cochlear Training Experience Center (CTEC) di Lebak Bulus, Jakarta Selatan sebagai pusat pelayanan audiologi dan rehabilitasi bertaraf internasional yang pertama di Asia Tenggara.
CTEC juga berperan sebagai pusat pelatihan dan edukasi di Indonesia melalui:
- Pusat Pelatihan ProfesionalMenyelenggarakan pelatihan komprehensif mengenai gangguan pendengaran, keseimbangan, dan Auditory-Verbal Therapy (AVT) bagi dokter, audiolog, serta praktisi AVT.
- Pusat Edukasi & InformasiMenyediakan edukasi bagi pengguna teknologi pendengaran, orang tua, dan keluarga mengenai perkembangan teknologi serta penanganan gangguan pendengaran.

Pemeriksaan Vestibular
Pada tahun yang sama, Kasoem Hearing Center mengembangkan layanan pemeriksaan vestibular/keseimbangan. (Baca juga: Pemeriksaan Vestibular *)

Sertifikasi ISO 9001:2015
Lebih dari 28 tahun melayani masyarakat Indonesia dengan gangguan pendengaran, Kasoem Hearing Center akhirnya mendapatkan sertifikasi kualitas mutu ISO 9001:2015. Dengan pencapaian tersebut, artinya Kasoem Hearing Center menjadi hearing center pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015.

Rebranding
Kasoem Hearing & Speech Center rebranding kembali menjadi Kasoem Hearing Center, dengan nama tersebut, Kasoem Hearing Center berfokus pada pelayanan “One stop solution for all hearing problem” yang melayani lebih dari 30 cabang seluruh Indonesia.


