Evaluasi Pendengaran Setelah Pemasangan Teknologi Pendengaran

Evaluasi Pendengaran Setelah Pemasangan Teknologi Pendengaran

Home»Evaluasi Pendengaran

Kenapa Evaluasi Pendengaran Penting Setelah Pasang Alat Bantu Dengar?

Memasang alat bantu dengar (ABD), BAHA, atau implan koklea (cochlear implant) bukan langkah terakhir dalam perjalanan mendengar, melainkan awal dari proses adaptasi yang perlu dipantau secara berkala. Di Kasoem Hearing Center, program evaluasi pendengaran, fitting, hingga rehabilitasi dirancang secara komprehensif agar setiap pengguna teknologi pendengaran mendapatkan hasil yang optimal.

Evaluasi ini tidak hanya mengukur seberapa keras suara yang bisa didengar, tetapi juga menilai seberapa baik otak dan telinga memahami ucapan di berbagai kondisi lingkungan, mulai dari ruangan tenang hingga suasana bising. Setiap pengguna ABD, BAHA, maupun implan koklea perlu dievaluasi baik dari sisi performa alat maupun manfaat nyata (outcome) yang dirasakan.

Berikut 5 jenis evaluasi pendengaran yang tersedia di Kasoem Hearing Center.

1. Real Ear Measurement (REM): Verifikasi Akurasi Alat Bantu Dengar

Maksud: REM adalah metode pengukuran objektif untuk memverifikasi keluaran suara alat bantu dengar (ABD) langsung di dalam saluran telinga pasien, menggunakan mikrofon khusus probe tube.

Tujuan: Memastikan alat bantu dengar yang dipasang memberikan penguatan suara (amplification) yang akurat, aman, dan tepat sasaran sesuai grafik audiogram unik setiap individu, bukan sekadar perkiraan dari perangkat lunak.

2. Auditory Training (Latihan Pendengaran) untuk Adaptasi Otak

Maksud: Program terapi rehabilitasi pendengaran yang melatih otak (auditory cortex) untuk mengenali, membedakan, dan memproses kembali sinyal suara setelah pasien menggunakan alat bantu dengar atau implan koklea.

Tujuan: Membantu pengguna memaksimalkan fungsi alat bantu dengar baru, mengasah fokus mendengarkan, serta mempercepat adaptasi otak terhadap suara-suara yang sempat hilang akibat penurunan pendengaran.

3. Aided Test: Mengukur Manfaat Nyata Alat Bantu Dengar

Maksud: Pengujian pendengaran ulang (seperti tes nada murni atau tes tutur) yang dilakukan saat pasien mengenakan alat bantu dengar atau implan koklea.

Tujuan: Mengukur dan membandingkan peningkatan ambang pendengaran sebelum (unaided) dan sesudah (aided) menggunakan alat, guna memvalidasi seberapa besar manfaat langsung yang dirasakan pasien.

Indo Spritt

4. Indo-SPRITT: Tes Pendengaran Khusus Anak Berbahasa Indonesia

Maksud: Indonesian Speech Recognition Threshold Test for Children adalah tes audiometri tutur berbasis kata-kata bahasa Indonesia yang dipadukan dengan tes gambar, dirancang khusus untuk anak-anak.

Tujuan: Mengetahui ambang batas terkecil suara ucapan (SRT – Speech Recognition Threshold) yang mampu dikenali dan dipahami oleh anak. Pendekatan berbasis visual ini mempermudah evaluasi pemahaman bahasa pada anak secara objektif dan menyenangkan.

5. Indo-HINT: Tes Mendengar di Tengah Suara Bising

Maksud: Indonesian Hearing in Noise Test adalah tes kemampuan memahami percakapan dalam situasi bising, yang disesuaikan dengan struktur nada dan bahasa Indonesia.

Tujuan: Menilai seberapa baik seseorang dapat menangkap dan membedakan kalimat atau percakapan di tengah suara latar yang ramai. Hasil tes ini membantu menentukan strategi pengaturan alat bantu dengar dan fitur peredam bising (noise cancelling) sesuai kebutuhan pengguna.


Pertanyaan Seputar Evaluasi Pendengaran

Berapa lama proses evaluasi pendengaran di Kasoem Hearing Center?

Durasi bervariasi tergantung jenis evaluasi dan kondisi pasien; tim audiolog akan menyesuaikan rangkaian tes sesuai kebutuhan, mulai dari verifikasi alat (REM) hingga tes tutur di lingkungan bising (Indo-HINT).

Apakah evaluasi ini juga tersedia untuk anak-anak?

Ya. Indo-SPRITT dirancang khusus untuk anak-anak dengan pendekatan berbasis gambar agar hasil tes lebih akurat dan nyaman bagi anak.

Kapan sebaiknya melakukan evaluasi ulang setelah pemasangan alat bantu dengar?

Evaluasi berkala dianjurkan agar performa alat dan manfaat yang dirasakan pasien tetap terpantau, terutama pada masa awal adaptasi.

Butuh Bantuan atau Konsultasi?

Tim kami siap membantu anda menemukan solusi pendengaran yang tepat

Bantuan