Fitting Alat Bantu Dengar: Tahapan Lengkap Sesuai Standar ASHA 2025

Fitting Alat Bantu Dengar: Tahapan Lengkap Sesuai Standar ASHA 2025

Fitting alat bantu dengar (ABD) adalah proses pemeriksaan, pemilihan, dan pengaturan (tuning) alat bantu dengar agar sesuai dengan profil gangguan pendengaran setiap pasien. Proses ini memastikan alat terpasang dengan tepat di telinga dan suara yang dihasilkan aman, nyaman, serta presisi.

Banyak orang mengira fitting alat bantu dengar hanya sebatas membeli lalu memasang alat di telinga. Padahal, ini adalah rangkaian tindakan medis dan teknis yang dilakukan oleh Audiologist atau Hearing Advisor profesional, melalui beberapa tahap yang terstruktur.

Berikut tahapan fitting alat bantu dengar berdasarkan panduan American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), 2025.

1. Assessment (Evaluasi Awal)

Tahap pertama fitting alat bantu dengar adalah evaluasi menyeluruh untuk memahami kondisi dan kebutuhan pasien.

•       Pemeriksaan klinis: anamnesis riwayat medis (case history), otoskopi untuk mengevaluasi liang telinga, serta tes audiometri komprehensif (nada murni dan tutur).

•       Kebutuhan individu: mengidentifikasi tingkat gangguan pendengaran, gaya hidup, dan preferensi komunikasi sehari-hari pasien.

2. Selection (Pemilihan Alat)

Setelah hasil evaluasi didapat, Audiologist akan membantu memilih teknologi dan bentuk alat bantu dengar yang paling sesuai, misalnya RIC, BTE, ITE, atau CIC, lengkap dengan fitur pendukung seperti mikrofon direksional, noise reduction, dan konektivitas Bluetooth.

3. Verification (Verifikasi Kinerja ABD)

Tahap verifikasi memastikan alat bantu dengar benar-benar bekerja sesuai target sebelum digunakan sehari-hari.

•       Real-Ear Measurement (REM): mengukur respons akustik di dalam liang telinga pasien menggunakan mikrofon probe (probe-microphone measurements).

•       Keamanan dan kenyamanan: memastikan target amplifikasi untuk suara lembut, sedang, dan keras tercapai tanpa melebihi ambang batas ketidaknyamanan pasien (threshold of discomfort).

4. Orientation (Orientasi Penggunaan)

Pasien perlu memahami cara menggunakan dan merawat alat bantu dengar agar manfaatnya optimal dalam jangka panjang.

•       Pelatihan fisik dan perawatan: edukasi cara memasang/melepas ABD, penggantian baterai atau pengisian daya, serta pembersihan rutin.

•       Strategi komunikasi: pelatihan penggunaan perangkat bantu dengar tambahan (assistive listening devices), penggunaan telepon, dan adaptasi lingkungan.

5. Validation (Validasi Hasil Pemakaian ABD)

Tahap terakhir adalah menilai peningkatan kemampuan mendengar pasien setelah menggunakan alat bantu dengar, melalui Aided Test dan tes persepsi wicara seperti Indo-SPRITT dan Indo-HINT.

Periksa Pendengaran Anda Sekarang

Konsultasi gratis dan pemeriksaan lengkap untuk dewasa & anak di Kasoem Hearing Center.

Konsultasi

Written by

Kasoem Hearing Center

Kasoem Hearing Center

Author


Tags

alat bantu dengarFitting Alat Bantu Dengar

Reading Time

4 Minutes

Released Date

2 September 2026

Share Via

Rate This Post

0/5