Program pemeriksaan pendengaran lansia kembali menunjukkan peran penting dalam menjaga kualitas hidup usia lanjut. Kegiatan yang berlangsung pada 2 Februari 2026 di Sekolah Lansia binaan Kemendukbangga Jawa Barat ini diikuti oleh 48 peserta dan seluruhnya berhasil menjalani proses skrining.
Hasilnya menunjukkan bahwa 33 peserta atau 68,7% mengalami gangguan pendengaran ringan hingga berat. Temuan ini menjadi sinyal kuat bahwa deteksi dini harus dilakukan secara rutin dan terencana.
Gangguan Pendengaran Ringan Perlu Diwaspadai
Mayoritas peserta berada pada kategori gangguan ringan. Kondisi ini sering tidak disadari karena lansia merasa masih mampu berkomunikasi dengan baik.
Padahal, tanpa penanganan, gangguan pendengaran dapat berkembang dan berdampak pada:
-
Menurunnya kemampuan komunikasi
-
Berkurangnya interaksi sosial
-
Munculnya rasa tidak percaya diri
-
Risiko penurunan fungsi kognitif
Melalui pemeriksaan pendengaran lansia secara berkala, potensi perburukan bisa dicegah sejak awal.
Edukasi Menjadi Kunci Utama
Tingginya angka temuan menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan pendengaran. Lansia dan keluarga perlu memahami tanda awal gangguan pendengaran, seperti sering meminta pengulangan saat berbicara atau menaikkan volume televisi terlalu keras.
Selain edukasi, skrining terjadwal juga menjadi solusi agar kondisi pendengaran dapat dipantau secara optimal.
Kolaborasi Menuju Program Nasional
Dalam kegiatan ini juga terjalin komunikasi strategis dengan:
-
Puji, Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan
-
Erika, Deputy Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan
Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama lebih luas dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Beberapa peluang pengembangan program antara lain:
-
Ekspansi kegiatan ke Sulawesi Selatan
-
Replikasi Sekolah Lansia di berbagai provinsi
-
Penyusunan program skrining nasional
Rencana Tindak Lanjut yang Berkelanjutan
Sebagai langkah nyata, program ini akan dilanjutkan dengan:
-
Skrining pendengaran terjadwal untuk Sekolah Lansia binaan
-
Penyusunan konsep deteksi dini gangguan pendengaran lansia tingkat nasional
-
Penjajakan MoU implementasi bertahap per provinsi
-
Program lintas sektor bersama Dinas Sosial
Dengan strategi tersebut, pemeriksaan pendengaran lansia diharapkan menjadi bagian dari layanan kesehatan rutin bagi komunitas lansia di Indonesia.
Ajak Komunitas Anda Ikut Skrining Gratis
Pendengaran yang sehat membuat lansia tetap aktif, mandiri, dan bahagia. Karena itu, deteksi dini adalah langkah terbaik untuk menjaga kualitas hidup di usia lanjut.
Bagi komunitas, Sekolah Lansia, maupun organisasi yang ingin mengadakan skrining, segera daftar melalui
Kasoem Hearing Center.
Yuk, jadwalkan pemeriksaan pendengaran lansia gratis sekarang dan wujudkan lansia sehat, aktif, dan mandiri bersama Kasoem Hearing Center.







