Sebagai orang tua baru, kebahagiaan menyambut kelahiran buah hati tentu tak ternilai harganya. Di antara berbagai rangkaian pemeriksaan kesehatan bayi baru lahir, dokter atau audiolog mungkin akan menyarankan skrining dan tes pendengaran bayi.
Saat mendengar istilah medis seperti OAE atau BERA, tak sedikit orang tua yang merasa bingung atau cemas:
-
"Apakah tes ini menyakitkan bagi bayi saya?"
-
"Mengapa bayi baru lahir harus diperiksa pendengarannya?"
-
"Apa bedanya tes OAE dan BERA?"
Rasa cemas Anda sangat wajar. Namun tenang saja, kedua tes ini sepenuhnya aman, tidak menimbulkan rasa sakit (non-invasif), dan justru menjadi langkah emas untuk memastikan tumbuh kembang si kecil berjalan optimal. Yuk, simak panduan lengkapnya di bawah ini!
Mengapa Skrining Pendengaran Bayi Baru Lahir Sangat Penting?
Sebagian besar orang tua menganggap jika bayi kaget saat mendengar suara tepuk tangan atau pintu tertutup, berarti pendengarannya normal. Padahal, tes refleks suara secara manual belum tentu akurat.
Gangguan pendengaran pada bayi sering kali tidak terlihat dari luar (invisible condition). Padahal, kemampuan mendengar adalah fondasi utama bagi bayi untuk belajar bahasa dan berbicara.
Prinsip 1-3-6 dari Joint Committee on Infant Hearing (JCIH):
Usia 1 Bulan: Bayi idealnya sudah menjalani skrining pendengaran awal (Tes OAE).
Usia 3 Bulan: Jika tes awal belum lolos, lakukan diagnosis pasti (Tes BERA/ASSR).
Usia 6 Bulan: Bayi sudah mendapatkan penanganan/intervensi medis yang tepat jika terbukti ada penurunan pendengaran.
1. Mengenal Tes OAE (Otoacoustic Emissions)
Tes OAE adalah metode skrining pendengaran paling awal yang biasa dilakukan pada bayi baru lahir, idealnya sebelum bayi dibawa pulang dari rumah sakit atau pada usia 0 hingga 1 bulan.
Cara Kerja Tes OAE:
-
Bayi diposisikan tidur tenang atau dalam keadaan menyusu.
-
Sumbat telinga kecil berkaret lunak (probe) dimasukkan secara perlahan ke lubang telinga bayi.
-
Alat akan memperdengarkan suara nada lembut dan mengukur gema (emisi) yang dihasilkan oleh sel-sel rambut halus di dalam koklea (rumah siput).
Karakteristik Tes OAE:
-
Durasi: Sangat cepat (hanya butuh waktu sekitar 5–10 menit).
-
Rasa Sakit: Tidak sakit sama sekali, bahkan bayi sering kali tetap tertidur pulas.
-
Hasil: Biasanya berupa klasifikasi Pass (Lolos) atau Refer (Butuh pemeriksaan ulang).
Catatan: Hasil Refer bukan berarti bayi Anda pasti tuli. Hasil ini bisa dipicu oleh sisa air ketuban atau kotoran yang masih menyumbat liang telinga bayi.
2. Mengenal Tes BERA (Brainstem Auditory Evoked Response)
Jika tes OAE menunjukkan hasil Refer, atau jika bayi memiliki faktor risiko tertentu (seperti lahir prematur, riwayat infeksi saat hamil, atau sempat dirawat di NICU), dokter akan merekomendasikan Tes BERA (disebut juga ABR).
Berbeda dari OAE yang hanya mengukur respons rumah siput, tes BERA mengukur respons gelombang otak terhadap rangsangan suara.
Cara Kerja Tes BERA:
-
Bayi harus dalam keadaan tidur lelap/nyenyak agar gelombang otaknya tenang.
-
Beberapa sensor/elektroda kecil ditempelkan di dahi dan belakang telinga bayi (seperti stiker).
-
Earphone khusus akan memutar bunyi "klik" atau nada, dan mesin BERA akan mencatat bagaimana saraf pendengaran menyalurkan sinyal suara tersebut ke otak.
Karakteristik Tes BERA:
-
Durasi: Sekitar 30 hingga 60 menit.
-
Tingkat Akurasi: Sangat tinggi dan objektif (tidak membutuhkan respon sadar dari bayi).
-
Fungsi Utama: Mengetahui ambang batas pendengaran bayi (seberapa tipis nada suara yang masih bisa didengar oleh otaknya).
Perbandingan Ringkas: Tes OAE vs. Tes BERA
| Parameter | Tes OAE (Otoacoustic Emissions) | Tes BERA (Brainstem Auditory Evoked Response) |
| Fungsi Utama | Skrining awal fungsi rumah siput (koklea) | Mendiagnosis ambang batas & kerja saraf pendengaran ke otak |
| Target Usia | Bayi usia 0 – 3 bulan (Skrining Awal) | Bayi/Anak usia 3 bulan ke atas atau pemeriksaan lanjutan |
| Durasi Tes | 5 – 10 menit | 30 – 60 menit |
| Kondisi Bayi | Tenang / Tidur ayam | Wajib tidur lelap / nyenyak |
| Tingkat Prosedur | Sederhana & Cepat | Lebih detail & Komprehensif |
Tips Mempersiapkan Bayi Sebelum Jalani Tes Pendengaran
Agar proses tes BERA atau OAE berjalan lancar tanpa hambatan, lakukan persiapan sederhana ini dari rumah:
-
Buat Bayi Mengantuk: Atur jadwal tidur bayi. Usahakan agar bayi tidak tidur dalam perjalanan menuju pusat pemeriksaan.
-
Susui Tepat Sebelum Tes: Bayi yang kenyang akan lebih mudah tertidur lelap.
-
Gunakan Pakaian yang Nyaman: Pakaikan kancing depan agar mudah dilepas tanpa mengganggu tidurnya jika sensor perlu ditempelkan.
-
Bawa Perlengkapan Bayi: Jangan lupa membawa selimut kesayangan, empeng/pacifier, atau susu cadangan.
Kesimpulan: Deteksi Dini Adalah Hadiah Terbaik untuk Masa Depan Anak
Melakukan tes pendengaran bayi seperti OAE dan BERA bukanlah hal yang perlu ditakuti. Sebaliknya, pemeriksaan ini adalah langkah kasih sayang nyata dari orang tua untuk memastikan masa depan tumbuh kembang, kemampuan bahasa, dan kecerdasan anak terlindungi sejak hari-hari pertamanya di dunia.
Ingat, semakin cepat masalah pendengaran terdeteksi, semakin sempurna pula intervensi medis yang bisa diberikan! Pemeriksaan Pendengaran Bayi yang Nyaman dan Akurat di Kasoem Hearing Center
Percayakan pemeriksaan pendengaran buah hati Anda pada ahli yang berpengalaman. Kasoem Hearing Center menyediakan fasilitas skrining dan tes pendengaran anak (OAE & BERA) yang komprehensif, aman, dan ramah anak. Dampingi tumbuh kembang si kecil dengan memastikan pendengarannya berfungsi sempurna.






