Program hearing evaluation di Makassar yang berlangsung pada 14–16 Februari 2026 menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pendengaran. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat umum, komunitas, serta Ketua dan anggota IKATWI Makassar.
Seluruh peserta yang hadir teridentifikasi memiliki indikasi gangguan pendengaran dan memerlukan evaluasi lanjutan. Sekitar 12 pasien langsung melanjutkan pemeriksaan lebih mendalam pada tanggal 15–16 Februari sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil skrining awal.
Pemeriksaan Lanjutan untuk Hasil Lebih Akurat
Melalui hearing evaluation Makassar, peserta tidak hanya mendapatkan skrining awal, tetapi juga kesempatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Proses ini penting untuk:
-
Menentukan tingkat gangguan pendengaran
-
Mengetahui jenis gangguan yang dialami
-
Menyusun rekomendasi penanganan yang tepat
Dengan evaluasi yang komprehensif, peserta mendapatkan gambaran jelas mengenai kondisi pendengaran mereka.
Edukasi Berkelanjutan Melalui Buku Rujukan
Sebagai bentuk tindak lanjut, anggota IKATWI yang hadir mendapatkan buku rujukan pemeriksaan pendengaran. Buku ini memiliki peran penting sebagai:
-
Pengingat untuk kontrol lanjutan
-
Media monitoring kondisi pendengaran
-
Sarana edukasi kesehatan pendengaran
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rutin dan menjaga kesinambungan perawatan.
Kolaborasi Layanan Kesehatan yang Terintegrasi
Kegiatan hearing evaluation Makassar juga didukung oleh kolaborasi bersama Klinik Bidakara. Dalam acara ini, peserta mendapatkan berbagai layanan kesehatan tambahan, seperti:
-
Pemeriksaan kesehatan menggunakan alat Quantum
-
Pemeriksaan tensi gratis
-
Diskon pemeriksaan lanjutan
-
Voucher pembelian vitamin dan layanan kesehatan lainnya
Kolaborasi ini memberikan nilai tambah karena peserta memperoleh manfaat kesehatan secara menyeluruh dalam satu kegiatan.
Peluang Strategis Skala Nasional
Kerja sama dengan Klinik Bidakara membuka potensi pengembangan program ke tingkat nasional. Hal ini didukung oleh beberapa faktor:
-
Memiliki jaringan pensiunan Bank Indonesia di seluruh Indonesia
-
Rutin mengadakan pertemuan pensiunan BI nasional
-
Terjalinnya komunikasi dengan beberapa kepala cabang di berbagai kota
Beberapa cabang yang telah menyatakan kesiapan kolaborasi antara lain:
-
Bandung
-
Solo
-
Semarang
-
Malang
-
Yogyakarta
Model kolaborasi lintas cabang ini menjadi peluang besar untuk menghadirkan program hearing evaluation secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
Segmentasi Pensiunan sebagai Potensi Program Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, terbuka akses ke segmentasi pensiunan Bank Indonesia yang memiliki potensi besar. Kelompok ini dikenal sebagai komunitas yang:
-
Loyal terhadap program kesehatan
-
Memiliki kesadaran tinggi terhadap kualitas hidup
-
Aktif dalam kegiatan komunitas
Pendekatan berbasis komunitas seperti ini memungkinkan program hearing evaluation Makassar untuk direplikasi secara lebih luas dengan dampak yang berkelanjutan.
Penguatan Posisi sebagai Mitra Kesehatan Lansia
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga membangun model layanan kesehatan pendengaran yang terintegrasi. Dengan adanya kolaborasi lintas sektor, program dapat berjalan secara:
-
Terstruktur
-
Berkelanjutan
-
Scalable secara nasional
Melalui strategi ini, hearing evaluation menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dan komunitas secara menyeluruh.
Program hearing evaluation Makassar membuktikan bahwa deteksi dini, edukasi berkelanjutan, serta kolaborasi strategis merupakan kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan pendengaran yang lebih luas dan berdampak.







